Struktur Kepengurusan BEMFT 2017
Narahubung Advokasi
Hati-hati terhadap info tidak valid!
Informasi Beasiswa
Selamat Datang Mahasiswa Baru FT UNJ 2017

Pentingnya energi terbarukan untuk keberlangsungan hidup



Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam melimpah ruah, dan di mana sumber daya alamnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi keberlangsungan hidup. Namun seiring berjalannya waktu ketersediaan alam tersebut kini semakin menipis. . Kelangkaan yang terjadi dikarenakan adanya ketidakpedulian dan pemborosan yang memupuk rasa ketidaksadaran akan terbatasnya sumber daya alam termasuk energi. Padahal, energi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia yang memiliki kemampuan untuk mendukung berbagai proses kegiatan. Untuk itu manusia tidak bisa bergantung kepada sumber daya alam yang kian menipis keberadaannya.

Oleh karenanya untuk mengantisipasi kelangkaan energi maka energi terbarukan merupakan alternatif terbaik dalam mengolah energi. Energi terbarukan adalah energi yang dihasilkan dari sumber alami seperti matahari, angin, dan air. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global, karena energi yang didapatkan berasal dari “proses alam yang berkelanjutan”, seperti sinar matahari, angin, air yang mengaliri, dan geothermal. Ini menegaskan bahwa sumber energi telah tersedia, tidak merugikan lingkungan dan menjadi alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi.


Siklus sumber energi terbarukan (Gambar : http://masbowo.com/)

Dilihat dari data Ditjen listrik dan pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM menunjukkan rasio elektrifikasi Indonesia saat ini 14 provinsi di Indonesia telah memiliki rasio elektrifikasi di atas 60%. Ke-14 provinsi tersebut adalah NAD (76,98%), Sumut (69,68%), Sumbar (69,37%), Babel (72,88%), Banten (63,90%), Jakarta (100%), Jabar (67,40%), Jateng (71,24%), DIY (84,48%), Jatim (71,55%), Bali (74,98%), Kaltim (68,56%), Kalsel (72,29%), dan Sulut (66,87%).

Sementara itu, 14 provinsi lainnya memiliki rasio elektrifikasi 41-60%. Provinsi yang termasuk dalam kategori ini adalah Riau dan Kepri (55,84%), Jambi (51,41%), Bengkulu (51,46%), Lampung (48,82%), Sumsel (50,30%), Kalbar (45,83%), Kalteng (45,22%), Gorontalo (49,79%), Sulteng (48,30%), Sulbar, Sulsel (55,20%), Maluku (54,51%), dan Malut (49,44%).

Sisanya, yaitu sebanyak 5 provinsi, masih memiliki rasio elektrifikasi 20-40%. Kelima provinsi tersebut yaitu NTB (32,51%), NTT (24,55%), Sultra (38,09%), serta Papua dan Irian Jaya Barat (32,35%).

Oleh karena itu pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan agar sumber energi terbarukan dapat menjadi jawaban untuk wilayah yang belum teraliri listrik

Manfaat energi terbarukan
  1. Tersedia secara melimpah.
  2. Lestari dan tidak akan habis.
  3. Ramah lingkungan ( rendah atau tidak ada limbah dan polusi )
  4. Sumber energi bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma dengan investasi teknologi yang sesuai.
  5. Tidak memerlukan perawatan yang banyak dibandingkan dengan sumber-sumber energi konvensional dan mengurangi biaya operasi.
  6. Membantu mendorong perekonomian dan menciptakan peluang kerja.
  7. “Mandiri energi” – tidak perlu mengimpor bahan bakar fosil dari Negara ketiga.
  8. Lebih murah dibandingkan energi konvensional dalam jangka panjang, bebas dari fluktuasi harga pasar terbuka bahan bakar fosil.
  9. Beberapa teknologi mudah digunakan di tempat-tempat terpencil.
  10. Distribusi, energi bias diproduksi di berbagai tempat tidak tersentralisir.

Selain memiliki manfaat yang sangat banyak energi terbarukan juga memiliki kelemahan di antaranya adalah :
  1. Biaya awal yang relatif besar.
  2. Kehandalan pasokan, sebagian besar energi terbarukan tergantung kepada kondisi cuaca.
  3. Saat ini, energi konvensional menghasilkan lebih banyak volume yang bisa digunakan dibandingkan dengan energi terbarukan.
  4. Energi thttp://semestahijau.blog.dompetdhuafa.org/sample-page/energi-terbarukan/ambahan yang dihasilkan energi terbarukan harus disimpan, karena infrastruktur belum lengkap agar bisa dengan segera menggunakan energi yang belum terpakai dijadikan cadangan di negara-negara lain dalam bentuk akses terhadap jaringan listrik.
  5. Kurangnya tradisi/pengalaman, energi terbarukan merupakan teknologi yang masih berkembang.
  6. Masing-masing energi terbarukan memiliki kekurangan teknis dan sosialnya sendiri.
Sumber referensi :
http://andikahendra.wordpress.com/2012/01/12/manfaat-dan-kerugian-energi-terbarukan/
http://www.esdm.go.id/berita/39-listrik/2719-rasio-elektrifikasi-14-provinsi-diatas-60.html
http://semestahijau.blog.dompetdhuafa.org/sample-page/energi-terbarukan/

------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh : Dimas Prayoga
FB/Twitter : Dimas Prayoga/Dimaz_prayoga

editor : Rozan Hilmy Abdul Hanif
mau tulisanmu tampil di web kami ? Yuk cari tau di sini

Komentar