Struktur Kepengurusan BEMFT 2017
Narahubung Advokasi
Hati-hati terhadap info tidak valid!
Informasi Beasiswa
Selamat Datang Mahasiswa Baru FT UNJ 2017

PEMUDA UNTUK PERUBAHAN BANGSA





“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat merubah dunia.” Begitulah kutipan Soekarno sebagai seorang Penyambung Lidah Masyarakat Indonesia. Sejalan dengan pernyataan tersebut, tampaknya kita pun percaya jika nasib bangsa ini yang akan datang berada di pundak generasi muda. Mengapa demikian? Karena tidak dipungkiri lagi jika kekuatan suatu bangsa terletak pada kegigihan para pemudanya. Bahkan wajah kehormatan bangsa di setiap masa bergantung pada kapabilitas pemimpin bangsa itu sendiri. Harapannya adalah generasi muda saat ini mulai menyadari jika keberadaan kaumnya sangat vital dalam upaya mengawal keberlanjutan bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik. Dimana hal ini merupakan suatu peluang tersendiri yang harus dijemput oleh kaum muda saat ini dengan selalu menjadi objek utama di dalam pergantian generasi tua ke generasi muda. Setiap pemuda di Indonesia diharapkan kelak menjadi seorang pemimpin yang berani mengubah dan memperbaiki kedudukan bangsa Indonesia di mata dunia. Sehingga jika para kaum muda kita mengalami kerusakan moral maupun agama, maka nasib bangsa kita juga wajib untuk dipertanyakan. Karena pada dasarnya semua pemuda di Indonesia merupakan harta bangsa yang harus dibina dengan segala bentuk pendidikan, baik pendidikan formal dan informal maupun pendidikan kejiwaan (psikologi) sampai pendidikan politik. Berdasarkan hal tersebut dapat diamati jika pendidikan juga merupakan suatu faktor penting sebagai pencetak pemimpin muda Indonesia yang unggul. Melalui pendidikan generasi muda dididik sekaligus dibentuk menjadi seorang pemimpin, maka dari itu jangan sampai pendidikan yang sudah dirancang dan dilaksanakan oleh negara mengesampingkan masa depan pemudanya. Sebelum melangkah lebih jauh, menarik jika kita memiliki sedikit mengenai gambaran umum mengenai generasi Indonesia saat ini. Gambaran atau permasalahan-permasalahan yang di hadapi generasi muda saat ini antara lain :

1.    Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda 
2.    Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan dan pembinaan baik formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang bukan hanya merugikan geerasi muda itu sendiri tetapi juga merugikan seluruh bangsa 
3.    Penggunaan tenaga kerja di bawah umur, dll
 
 Dan sudah saatnya kita pemuda untuk bangkit menyelamatkan bangsa ini, Terbayang sudah bagaimana kondisi pemimpin saat ini. Lalu kemana kita dapat menelusuri jejak kepemimpinan pemuda Indonesia? Kepemimpinan kaum muda bukanlah suatu bawaan lahir maupun sesuatu yang dapat datang dengan sendirinya. Diperlukanlah persiapan yang amat sangat matang dari dalam pribadi pemuda itu sendiri serta mindset jika negeri ini harus diperbaiki sekaligus dikembangkan dengan semangat baru dan aktor-aktor baru beserta visi kepemimpinan yang dapat menjadi harapan besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan kaum muda saat ini diantaranya adalah bagaimana menyamakan persepsi tentang urgensi kepemimpinan pemuda bangsa sebagai solusi atas kebutuhan dan tuntutan bangsa ke depannya. Mereka pun harus mulai mempersiapkan diri sebagai pemimpin dan mengambil posisi itu pada saat waktunya tiba, karena setiap masanya pasti selalu ada regenerasi dari generasi tua ke generasi muda. Tak hanya itu, mereka juga harus mulai sadar jika kaum muda memiliki peran besar dalam proses pembangunan. Dengan semangat dan kelincahannya mereka dapat menjadi penggerak arah dan kebijakan pembangunan serta penentu masa depan bangsa Indonesia. Disamping itu, seperti yang kita ketahui bersama jika seluruh pemuda Indonesia sangatlah heterogen. Mereka terdiri dari berbagai elemen-elemen yang berbeda dan dari berbagai macam bentuk kehidupan serta orientasi nilai yang proses pembetukan sekaligus penanamannya memerlukan waktu yang amat sangat lama dan melalui tahapan yang sulit. Bersinggungan dengan hal tersebut, beragamnya kebudayaan di Indonesia juga akan mempengaruhi pembentukan karakter jiwa serta sikap kepemimpinan pemuda di tiap-tiap daerah. Oleh karena itu, kepemimpinan pemuda Indonesia masih memerlukan suatu pembentukan yang lebih matang. Salah satu cara pembentukannya yakni dengan adanya sikap pada pengamalan UUD 1945, Pancasila serta agama yang dianut. Dan agama merupakan unsur yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum para generasi muda dapat membentuk dirinya sendiri untuk menjadi pemimpin. Sehingga apabila telah memiliki jiwa seorang pemimpin, mereka akan mengerti bagaimana cara membentuk sikap nasionalisme dan patriotisme pada bangsa. Dan hal tersebut akan membuat mereka semakin paham akan pentingnya mempertahankan idealisme negara Indonesia yang telah lama dan susah payah dibentuk demi perumusan suatu dasar, pedoman, cita-cita, harapan dan tujuan negara Indonesia. Dari paparan diatas maka banyak hal yang perlu diperbaiki maupun dikembangkan demi terciptanya kepemimpinan pemuda yang unggul, yakni tingkat dan kualitas pendidikan yang masih rendah, terlebih dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya

Dapat dilihat negara kita Indonesia menempti urutan terendah kualitas sumber daya manusianya di bandingkan dengan negara lain.

serta masih rendahnya pembinaan pemuda dan organisasi yang berada di lingkup institusi pendidikan maupun di luar lingkungan sekolah maupun kampus.
Lalu mengapa kedua hal tersebut harus dikembangkan secara berdampingan? Karena kepemimpinan pemuda tidak bisa asal dilatih, ditatar atau diselipkan di pendidikan formal melainkan harus dalam kerangka pembentukan generasi dalam rentang waktu tahunan. Pendidikan formal sesungguhnya harus berhasil menciptakan karakter personal sehingga objek yang dididik memiliki kemampuan berdasarkan atas pembentukan perilaku kesehariannya, bukan semata-mata melahap teori-teori tanpa ada perilaku yang jelas atas apa yang telah di pelajari. 

Bahkan saat ini tidak berlebihan jika kita menyebut mahasiswa sebagai agent of change bangsa Indonesia. Sejatinya, organisasi intra kampus maupun ekstra kampus merupakan wadah yang amat sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, bakat maupun sarana bagi mereka untuk mengimplementasikan segala keilmuannya yang telah di dapatkan di pendidikan formal. Dengan bergabung secara aktif dalam organisasi kemahasiswaan tersebut akan berefek pada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan dan manajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normatif Perguruan Tinggi.

Para pemuda pada setiap umat, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Karena pemuda mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus menerus, kepudulian dan semangat yang menggelora .


Yudi Sutrisno
Wakil Ketua BEM FT UNJ 2016

Komentar